Imagine the time we ever spent
together in that yellow building
Many boat-moon shapes that really meant
and until now i keep in saving
But, see
It's ours that becomes so flat
It's me
The one you have stopped to look at
There is dark cloud that kick me out
Then, none of you gives me allowance
To step into your newest crowd
Friends, I'm begging, could you see me once?
Wednesday, 10 July 2013
Mama Tara
Masakan mama enak. Kerang rebus, nasinya hangat, sayur brokoli sama jangung. Enak. Tadi Tara bangun kesiangan ya ma jadi ga bisa bantu mama masak. Hiks. Masakan mama tetep enak. Tadi Tara sama Arwil makannya banyak banget ma soalnya disuapin sama papa. Mama pasti senang kalau anaknya makan banyak. Kan mama biasanya bilang sama Tara, mama itu senang kalau anak mama makan banyak berarti masakan mama enak dan anak-anak mama suka. Kalau anak-anak mama suka, pasti mau makan dirumah terus kan ya. Iya, Tara mau makan dirumah terus aja. Mau makan masakan mama. Mau makan disuapin papa. Mau makan satu meja sama Kak Mutia sama Dek Arwil.
Oh iya ma, tadi waktu makan brokoli sama jagungnya, Tara jadi ingat mama sama Tara pernah masak berdua. Mama masih ingat kan ya masak-masak mau buka puasa itu ma. Iya itu yang kita masak berdua terus mama bilang sama Tara namanya sayur susu. Tara masih ingat loh isinya ma. mama bilang isinya...
Jagung yang udah disisir, harus banyak
Wortel dipotong kotak-kotak kecil
Brokoli juga dipotongin, ini Tara ikut bantu mama potongin loh ma
Ayam yang udah direbus terus dipotong-potong
Susu cari buat kuah
ditambah garam sama merica
itu kan ma? tapi papa suka pakai sambel botol juga, waktu itu Tara ngga suka. Mungkin kalau masak lagi, Tara mau coba pakai sambel.
Tara ingat ma. Berarti kita bisa masak itu lagi ma. Berdua lagi. Nanti mama lihat Tara aja, Tara yang masak buat mama. Terus nanti papa, kakak sama adek yang makan. Terus nanti ditengah makan, Tara mau bilang sama semua, Tara suka kalau masak sama mama. Tara suka di dapur sama mama. Tara juga sangat suka kalau papa, mbak, mama sama adek suka makanan buatan Tara biar nanti Tara bisa masak terus, kalau Tara besar dan udah jadi orang terkenal, semua masih mau makan masakan Tara. Terus nanti Tara mau mama bilang Tara bisa jadi koki besar dan terkenal. Tapi kalau Tara besar, Tara tetap mau masak sama mama. tara mau masak yang mama ajarin sama Tara. Tara tetep mau masak buat makan di rumah.
POKOKNYA MAMA JUARA SATU MASAKNYA. TAPI TURUN SEDIKIT KALO TARA UDAH BESAR. TARA JUARA SATUNYA. MAMA JUARA SATU SETENGAH.
Oh iya ma, tadi waktu makan brokoli sama jagungnya, Tara jadi ingat mama sama Tara pernah masak berdua. Mama masih ingat kan ya masak-masak mau buka puasa itu ma. Iya itu yang kita masak berdua terus mama bilang sama Tara namanya sayur susu. Tara masih ingat loh isinya ma. mama bilang isinya...
Jagung yang udah disisir, harus banyak
Wortel dipotong kotak-kotak kecil
Brokoli juga dipotongin, ini Tara ikut bantu mama potongin loh ma
Ayam yang udah direbus terus dipotong-potong
Susu cari buat kuah
ditambah garam sama merica
itu kan ma? tapi papa suka pakai sambel botol juga, waktu itu Tara ngga suka. Mungkin kalau masak lagi, Tara mau coba pakai sambel.
Tara ingat ma. Berarti kita bisa masak itu lagi ma. Berdua lagi. Nanti mama lihat Tara aja, Tara yang masak buat mama. Terus nanti papa, kakak sama adek yang makan. Terus nanti ditengah makan, Tara mau bilang sama semua, Tara suka kalau masak sama mama. Tara suka di dapur sama mama. Tara juga sangat suka kalau papa, mbak, mama sama adek suka makanan buatan Tara biar nanti Tara bisa masak terus, kalau Tara besar dan udah jadi orang terkenal, semua masih mau makan masakan Tara. Terus nanti Tara mau mama bilang Tara bisa jadi koki besar dan terkenal. Tapi kalau Tara besar, Tara tetap mau masak sama mama. tara mau masak yang mama ajarin sama Tara. Tara tetep mau masak buat makan di rumah.
POKOKNYA MAMA JUARA SATU MASAKNYA. TAPI TURUN SEDIKIT KALO TARA UDAH BESAR. TARA JUARA SATUNYA. MAMA JUARA SATU SETENGAH.
Wednesday, 19 June 2013
ada
nama. rasa. cinta. harap.
sepasang mata indah
namun tak lagi menentramkan
maafkan aku, jika perlahan...
perlangkah..dan akhirnya hilang
aku tak punya alasan lain
hanya nama. rasa.
cinta. dan harap
serta setitik pendar cahaya ruang.
ah, mengungkap pun aku tak mampu
dan berkata pun lemah
untuk apa aku ada? bertahan?
aku tak mencarinya,
aku ada untuk bahagia
-masih untuk adek sarjana tulis-
sepasang mata indah
namun tak lagi menentramkan
maafkan aku, jika perlahan...
perlangkah..dan akhirnya hilang
aku tak punya alasan lain
hanya nama. rasa.
cinta. dan harap
serta setitik pendar cahaya ruang.
ah, mengungkap pun aku tak mampu
dan berkata pun lemah
untuk apa aku ada? bertahan?
aku tak mencarinya,
aku ada untuk bahagia
-masih untuk adek sarjana tulis-
Tuesday, 18 June 2013
kita
nama dan rasa
nama dan mata
kau dan hati
aku dan kebenaran
siang pun menertawai kita
mungkin aku kan mundur
...mengikuti jejakmu, bukan?
tatap mata nanar, kosong menjadi kawan
aku sudah mundur selangkah, dulu
dan selangkah sekarang
tinggal berapa langkah tersisa?
seperti permainan saja rasanya
hey, sudahlah.
jumpa kita kan menjadi tawa yang lebih
lebih lucu, ah bukan. lebih indah
terimakasih sudah berbagi
dan ini keputusanku, juga kamu
bukan dia...atau dia yang lain
-buat adek tersayang, tetep senyum :)-
nama dan mata
kau dan hati
aku dan kebenaran
siang pun menertawai kita
mungkin aku kan mundur
...mengikuti jejakmu, bukan?
tatap mata nanar, kosong menjadi kawan
aku sudah mundur selangkah, dulu
dan selangkah sekarang
tinggal berapa langkah tersisa?
seperti permainan saja rasanya
hey, sudahlah.
jumpa kita kan menjadi tawa yang lebih
lebih lucu, ah bukan. lebih indah
terimakasih sudah berbagi
dan ini keputusanku, juga kamu
bukan dia...atau dia yang lain
-buat adek tersayang, tetep senyum :)-
Wednesday, 12 June 2013
act
and i believe a fantasy
of a rainbow
and some nice glossy
of a dropping snow
in this world
I try to read
and through the word
i act to write
give me a reason to stop
or i will go ahead
i don't want to be dropped
even when i am mad
tell me a story of love
i will always keep listening
and by the time i laugh
i will keep moving
of a rainbow
and some nice glossy
of a dropping snow
in this world
I try to read
and through the word
i act to write
give me a reason to stop
or i will go ahead
i don't want to be dropped
even when i am mad
tell me a story of love
i will always keep listening
and by the time i laugh
i will keep moving
Tuesday, 11 June 2013
Untuk si Pria Menyenangkan
Pejamkan mata saat diri telah lelah
Menanti waktu tuk bermanja dengan malam
Tak ada lagi benci dan amarah
Sudah bukan pula waktu tuk bermuram
Rebahkan badanmu dalam dekap rembulan
Hingga pada saat kau buka mata
Kau temukan lagi kegembiraan
Dan mereka yang selalu kau cinta
Ucapkan terimakasih dan syukurmu
Agar Allah senantiasa melindungi
Doakan diri dan orang terdekatmu
Dan jangan pernah lelah tuk saling menemani
Selamat malam, pria yang menyenangkan
Nyenyaklah dalam tidurmu beserta seluruh harapan
Menanti waktu tuk bermanja dengan malam
Tak ada lagi benci dan amarah
Sudah bukan pula waktu tuk bermuram
Rebahkan badanmu dalam dekap rembulan
Hingga pada saat kau buka mata
Kau temukan lagi kegembiraan
Dan mereka yang selalu kau cinta
Ucapkan terimakasih dan syukurmu
Agar Allah senantiasa melindungi
Doakan diri dan orang terdekatmu
Dan jangan pernah lelah tuk saling menemani
Selamat malam, pria yang menyenangkan
Nyenyaklah dalam tidurmu beserta seluruh harapan
Friday, 7 June 2013
Terlahir, Belajar, dan Melanjutkan Hidup
Dua puluh Tahun lalu, seorang wanita hebat berusaha mempertahankan hidupku agar aku dapat menikmati indahnya dunia dengan setiap hela nafasku, Mama. Selama dua puluh tahun pula mereka, dua orang yang sangat tegar menanggung kehidupanku dan segala keluhanku tanpa meminta balas, Mama dan Papa. Ada seorang yang lahir lebih dulu daripada aku dan ia salah satu motivasiku untuk menjadi lebih baik hingga saat ini, Mbak Ciquita. Dan seorang lagi yang melengkapi kebersamaan kami dua tahun setelah aku lahir dan ia menjadi semangatku untuk terus berjuang selama ini, Dek Aldo. Ya, mereka yang selalu ada untukku dan aku yang hampir mengabaikan mereka karena kesibukanku, namun mereka selalu mendukungku. Bersyukur aku berada diantara keluarga yang hangat ini.
Sebenarnya aku dan saudara-saudaraku dilahirkan ditengah keluarga yang cukup mampu, namun begitu hebatnya Mama Papa untuk membiasakan anaknya berjuang hidup. Ada beberapa kejadian yang akan selalu ku ingat seumur hidupku. Dimulai dari kejadian-kejadian kecil untuk tetap sabar, berjuang untuk mendapatkan sesuatu, sampai belajar bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Itu semua sungguh berarti dan semoga banyak orang tua diluar sana yang juga menerapkan cara ini agar dapat dikenang dan diterapkan oleh anak-anak mereka.
Cerita pertama adalah saat aku atau kedua saudaraku tersandung atau semacamnya. Disini hebatnya Mama yang mengajarkan anak-anaknya untuk tidak dendam pada apapun dan siapapun. Baru ku sadari saat melihat orang tua lain mengatakan "ah mejanya nakal, ayo dipukul", tapi Mama tidak pernah mengatakannya. Aku ingat, Mama selalu mengatakan padaku "nah, kenapa mbak? lain kali lebih hati-hati ya nak, biar ngga kesandung lagi". Sungguh mujarab kata-kata itu sehingga aku tidak menangis terlalu lama karena harus berfikir dahulu mengapa aku terjatuh, bagaimana bisa tersandung, dan sebagainya. Sehingga tidak perlu bagi kami menyalahkan apa yang ada di sekitar kami sebelum introspeksi diri sendiri, dan semoga itu masih kami lakukan sampai saat ini.
Cerita kedua adalah dimana Mama Papa selalu membiasakan kami, anak-anaknya, untuk bersabar dan mengerti keadaan orang tua. Hm... Namanya saja anak kecil (dulu) pasti banyak maunya, mainan, makan diluar, dan lain-lain. Sempat aku merasa iri pada teman-temanku yang lain dimana semua keinginan mereka selalu dituruti oleh orang tuanya. Apapun yang mereka minta pasti dibelikan, kemanapun mereka mau pasti dilaksanakan oleh orang tua mereka, tapi aku? mbak? adek? Tidak semudah itu. Hampir setiap kami meminta sesuatu, kami harus menunggu terlebih dahulu. Mama Papa selalu berkata "nanti ya mbak, dek, mama papa belum ada rezeki", atau "waahh yuk bantu mama beres-beres meja biar dapet uang jadi bisa beli mainannya". Ah, kenapa tak langsung saja Mama Papa belikan apa yang kami inginkan. Setelah menginjak usia remaja, aku baru tahu mengapa Mama Papa berlaku seperti itu, ternyata Mama Papa ingin kami tidak menjadi anak yang manja. Mengajarkan kami untuk bersabar dan berjuang untuk mendapatkan apa yang kami inginkan.
Cerita ketiga ini sedikit menggelitik sebenarnya bagiku, karena kejadian ini bisa dikatakan lucu namun mendidik. Lagi-lagi Mama Papa mengajarkan kami sesuatu melalui "kesulitan". Saat itu aku dan Mbak berada di bangku SMP, dan sedang gencar-gencarnya memakai telepon rumah berlama-lama (entah aku lupa siapa yang ku telepon saat itu, begitupun Mbak). Sampai pada akhir bulan, tagihan telepon tak terduga, jauh diatas batas normal pemakaian biasanya. Saat itu Mama Papa tak langsung membayar tagihannya, namun kami didudukkan dan diberi pengarahan bahwa Mama Papa butuh telepon rumah namun mereka tidak mampu membayar tagihan dengan jumlah yang begitu besar.
Tebak apa yang kami lakukan. Kami masuk ke dalam kamar, berfikir apa yang harus kami lakukan untuk membayar tagihan telepon. Kami, aku, mbak, dan adek, melihat sekeliling kamar. Lalu kami menemukan buku-buku yang sudah tak terpakai namun masih banyak kertas kosongnya. Akhirnya kami menyobek kertas-kertas itu dan menjadikannya kertas buram lalu kami jual ke teman di sekolah. Nah, kejadian lucunya adalah aku ingin cepat bisa membayar telepon karena Mama Papa membutuhkan telepon itu. Aku berfikir bagaimana caranya agar kertas buram ini habis dalam sehari. Alhasil aku membagikan kertas-kertas itu pada teman-teman sekelas ku. membiarkan mereka mengambilnya, mencoretnya. dan setelah seluruh teman menggunakan kertas itu, karena kebetulan hari itu pelajaran matematika, aku meneriaki mereka "aaaaa kenapa dicoret-coret??? itu kan aku juaaaalll. ayo bayar".. haha. Dan mereka pun (dengan terpaksa) membeli kertas buram buatanku. Tak lama, kami mengumpulkan uang hasil jualan kami dan memberikannya pada Mama Papa untuk membayar telepon.
Masih banyak lagi cerita tentang perjuangan hidup bersama Mama Papa, Mbak dan Adek yang tak akan ku lupa. Menjual nasi goreng di sekolahan dengan harga 1000 rupiah, saling menyemangati selama di rumah sakit selepas kecelakaan itu. Keluarga ini tak pernah membiarkan anggotanya merasa susah tanpa senang setelahnya. Dan kini aku percaya bahwa Keluarga akan selalu ada dan akan selalu menjadi tempat untuk pulang dalam situasi seburuk apapun. Terima kasih Mama Papa, aku ada karena Mama Papa dan semoga aku dapat mempersembahkan hidupku untuk Mama Papa pula. Akan selalu ku ingat semua cerita indah kita Mbak dan Adek, aku sayang kalian. :')
Subscribe to:
Posts (Atom)